Mengenai Saya

Foto saya
I am still 22 years old. Graduated from Chemical Engineering ITB. Part of @yli_ac. Struggling to be a Supply Chain Specialist in a Multinational FMCG Company. Twitter: @Ivanhadinata; Linkedin: http://id.linkedin.com/pub/ivan-hadinata-rimbualam/37/b26/58a

Sabtu, 11 September 2010

Seminar HIMATEK Berkarir


A. Latar Belakang

Indonesia merupakan negara dengan kekayaan alam yang melimpah. Sayangnya hal ini masih belum dapat dimanfaatkan dengan baik dan benar oleh sebagian besar rakyatnya, sehingga sampai saat ini masih banyak rakyatnya yang hidup di bawah garis kemiskinan akibat segelintir orang yang bekerja untuk kepentingan dirinya sendiri. Rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM) serta moral individu pemimpin-kaum intelektual merupakan penyebab utama tingginya kesenjangan sosial dan rendahnya kesejahteraan sosial-ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, ITB (khususnya HIMATEK ITB) sebagai perguruan tinggi pencetak SDM berkualitas bertanggung jawab untuk mempersiapkan para anggotanya untuk menjadi pemimpin atau kaum intelektual yang bermartabat, bermoral, dan peduli terhadap kondisi bangsanya. Dalam hal ini, para lulusan Teknik Kimia ITB diharapkan dapat menerapkan ilmu-ilmu (salah satunya keteknikkimiaan) yang telah diperoleh selama kuliah demi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Misi ini sesuai dengan amanat Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian masyarakat dan membangun rasa kepekaan dan kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat di lingkungan sekitarnya.

Setelah menyelesaikan pendidikan di ITB, mahasiswa memiliki setidaknya 3 pilihan, yaitu melanjutkan studinya ke program pascasarjana, bekerja pada suatu perusahaan, atau berwirausaha -menciptakan lapangan pekerjaan yang baru. Dari tahun ke tahun, terbatasnya serapan tenaga kerja dari tingkat perguruan tinggi, diperparah dengan jumlah lulusan yang semakin banyak menyebabkan persaingan mendapatkan pekerjaan semakin ketat dan kompetitif. Oleh karena itu, kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan ini harus dipersiapkan dengan matang. Mahasiswa wajib memiliki wawasan yang memadai, karakter yang cerdas, kreatif, ulet, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan. Di sisi lain, bangsa ini juga memiliki masalah yang berkaitan dengan tingginya angka pengangguran.
Data BPS menunjukkan, pada Februari 2010 tingkat pengangguran di Indonesia mencapai 7,41% atau 8,59 juta orang. Besarnya tingkat pengangguran di Indonesia akan menghambat tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia (pada kuartal ketiga 2010 mencapai 6 persen). Menurut Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dilihat dari tingkat pengangguran dan pertumbuhan ekonomi saat ini, dibutuhkan 10,7 juta lapangan kerja baru sampai dengan 2014 untuk memenuhi target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan pemerintah, yaitu 7-7,7 %. Oleh karena itu, jiwa kewirausahaan sangatlah penting untuk ditanamkan kepada para mahasiswa yang segera terjun ke dunia nyata. Efek dari wirausaha bukan hanya untuk dirinya sendiri, melainkan juga memberdayakan masyarakat sekitarnya untuk membangun ekonomi Indonesia. Dengan berwirausaha, selain untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri, seseorang dapat memberdayakan potensi SDM dan SDA; serta meningkatkan kualitas SDM, ekonomi, dan sosial masyarakat di berbagai daerah terpencil di Indonesia.

Oleh karena itu, langkah yang dibangun oleh individu yang memiliki kompetensi tinggi dan social awareness sangat diperlukan untuk membangun bangsa ini. Seminar ini merupakan salah satu langkah yang diperlukan untuk mencetak indvidu berkualitas yang peduli terhadap negaranya. Setelah mengikuti seminar seminar pengembangan diri ini, mahasiswa tingkat akhir yang sebentar lagi terjun ke dunia nyata diharapkan dapat segera menentukan pilihan masa depannya dan kembali kepada masyarakat untuk menunjukkan kontribusinya.


B. Tujuan

1. Menanamkan kesadaran sosial (social awareness) kepada mahasiswa sehingga nantinya dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas setelah lulus dari perguruan tinggi.
2. Memberikan pelatihan singkat mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memasuki dunia kerja, terutama dalam hal menyusun Curiculum Vitae (CV).
3. Menambahkan wawasan tentang peluang-peluang perekonomian Indonesia serta menumbuhkan semangat kewirausahaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Roadshow Lomba Rancang Pabrik Tingkat Nasional (LRPTN) XII

Roadshow Lomba Rancang Pabrik Tingkat Nasional (LRPTN) XII direncanakan dilakukan pada 27 September - 8 Oktober 2010 di 7 kota, bahkan mungkin 8 kota. Panitia LRPTN XII HIMATEK ITB akan melakukan kunjungan roadshow ke Depok (Jakarta), Bandung, Semarang, Surabaya, DIY Jogjakarta, Palembang, dan Medan. Bahkan mungkin saja LRPTN XII akan bergabung dalam Rakornas BKKMTKI di UNS Solo saat 11 Oktober 2010.


Panitia LRPTN XII dalam melakukan roadshow LRPTN XII di masing-masing kota akan mengirimkan masing-masing 2 dutanya yang berasal dari panitia bidang pendaftaran dan panitia bidang materi. Kedatangan panitia diharapkan dapat mewadahi segala bentuk pertanyaan dari para calon peserta LRPTN XII dari berbagai universitas di Indonesia.


Roadshow LRPTN XII diadakan karena adanya kebutuhan untuk mensosialisasikan acara LRPTN XII secara langsung, menarik, dan interaktif kepada mahasiswa-mahasiswa Teknik Kimia di Indonesia. Sosialisasi dengan roadshow diharapkan akan menarik minat mahasiswa Teknik Kimia se-Indonesia untuk berkompetisi di LRPTN XII.


Agenda Roadshow LRPTN XII secara umum adalah penjelasan tema & kategori kompetisi nasional LRPTN XII, penjelasan syarat peserta & prosedur pendaftaran LRPTN XII, dan tanya jawab antara mahasiswa universitas yang dituju dengan panitia.

Semoga Roadshow LRPTN XII berjalan lancar dan semakin memperluas informasi kompetisi LRPTN XII.


Berikut para pemenang LRPTN XI 2010, kompetisi sebelum LRPTN XII :

Kategori A:

Juara 1

Pabrik Pine Oil dari Minyak Terpentin

Oleh : Giffi Abdurrahman, Riska SuciM., Cinta Dwi W (Institut Teknologi Nasional)

Juara 2

Pabrik Pektin dari kulit jeruk bali dengan kapasitas 500 ton/tahun

Oleh Rais Agung Wibowo, yovita Anggraeni P., Inga Resa R. (universitas Gajah Mada)

Juara 3

Pabrik Gula Isomaltulosa Berbahan Baku Nira Nipah dari Kabupaten Bone Sulawesi Selatan
Oleh : Hanny, Nuny Nurhafny, M. Fira Fitriana (Institut Teknologi Bandung)

Kategori B

Juara 1
Pabrik Regenerasi Limbah Bleaching Earth dari Pabrik Minyak Goreng
Oleh : Nugraha Yohanes Arifpin, Karina Natasia, Gunawan (Institut Teknologi Bandung)
Juara 2
Perancangan Pabrik Garam Industri Berkapasitas 500.000 Ton/tahun
Oleh : Enrico Meidensha Janior, Khasin Fuadi, Nazrul Munir (Institut Teknologi Bandung)
Juara 3
Pabrik Keramik Granito
Oleh : Aria Hayuning P, Yollan Dana O, Fatmasari (Universitas Muhammadiyah Jakarta)

Kategori C

Juara 1
No Modification
Oleh : Agung Nur Hananto Putro, Zulfahmi (unifersitas Diponegoro)
Juara 2
Insulation Replacement
Oleh : Harianto, Yoppy Prasetya (Institut Teknologi Bandung)
Juara 3
CO2 Refrigerant
Oleh : Johan Adiguna, Edwin Wibisono (Institut Teknologi Bandung)


Berikut foto Roadshow LRPTN XI di ITS Surabaya tahun lalu :



Link terkait :

http://www.facebook.com/event.php?eid=152399678122481&ref=mf

LRPTN XII 2011 mengusung tema : “PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM INDONESIA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN DAN ENERGI NASIONAL”

Perkembangan industri kimia saat ini tidak lepas dari kemampuan dan kreativitas para insinyurnya, yang selalu memberikan ide-ide baru sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Kecakapan seorang insinyur tentunya tidak diperoleh secara instan, namun perlu dibentuk semenjak duduk di bangku kuliah. Untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas para calon insinyur teknik kimia, Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HIMATEK) ITB bekerjasama dengan Program Studi Teknik Kimia ITB mengadakan Lomba Rancang Pabrik Tingkat Nasional (LRPTN). LRPTN merupakan sebuah kompetisi rancang pabrik yang mengangkat tema-tema yang berkaitan dengan isu-isu aktual dalam dunia industri. Sampai sekarang, LRPTN telah berhasil diselenggarakan sebanyak 11 kali sejak tahun 1996.

Pada tahun 1996, LRPTN yang pertama kali diadakan hanya memiliki satu jenis kategori lomba, yaitu kategori perancangan pabrik. Namun semenjak LRPTN IV pada tahun 2000, kompetisi ini mulai dikategorikan menjadi 2, yaitu kategori perancangan pabrik dan problem solving. Kategori perancangan pabrik ini dilombakan dengan pembatasan berdasarkan subtema utama dari LRPTN, sedangkan untuk kategori problem solving dilombakan untuk memfasilitasi ide-ide solutif dan inovatif dari mahasiswa dalam memecahkan masalah nyata yang sedang terjadi dalam suatu pabrik tertentu.


Selanjutnya, LRPTN V yang diselenggarakan pada tahun 2001 sudah memiliki 3 kategori lomba, yaitu 2 kategori lomba perancangan pabrik dan kategori problem solving. “ Format kompetisi LRPTN dengan 3 kategori tersebut dianggap mampu memfasilitasi ide-ide solutif dan inovatif dari mahasiswa sehingga penyelenggaraan LRPTN berikutnya, mulai dari LRPTN VII hingga LRPTN XI mengikuti format yang hampir sama dengan LRPTN V. Banyak pihak memandang LRPTN merupakan suatu kegiatan yang memberi dampak positif bagi perkembangan mahasiswa Teknik Kimia di Indonesia dalam meningkatkan kemampuan aplikatif mahasiswa dalam melakukan suatu pra rancangan pabrik. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan jumlah peserta yang turut bergabung untuk mengikuti LRPTN ini tiap tahunnya.

Penyelenggaraan LRPTN diharapkan dapat menjadi suatu wadah berkarya bagi mahasiswa se-Indonesia dalam lingkup keilmuan Teknik Kimia. Selain itu, LRPTN ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan industri nasional.


DESKRIPSI TEMA

LRPTN XII 2011 mengusung tema :

PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM INDONESIA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN DAN ENERGI NASIONAL

LRPTN XII diadakan sebagai stepping stone bagi kalangan akademisi dan praktisi Teknik Kimia untuk mencurahkan ide dan pemikiran dalam pengembangan industri kimia yang berbasiskan sumber daya alam Indonesia, untuk meningkatkan ketahanan pada sektor pangan dan energi nasional. Penggunaan frase “sumber daya alam Indonesia” mencerminkan bahwa bahan baku proses yang digunakan dalam perancangan pabrik berasal dari potensi-potensi kekayaan alam yang berasal dari daerah yang tersebar di seluruh Indonesia. Indonesia memiliki banyak potensi sumber daya alam yang belum tergali dengan baik sehingga diharapkan dengan adanya LRPTN XII dapat memberikan ide-ide solutif dan inovatif, yang dituangkan dalam bentuk rancangan pabrik. Selanjutnya dihapkan bahwa rancangan pabrik tersebut dapat diaplikasikan secara langsung, sehingga sumber daya alamnya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan energi pada tiap daerah di Indonesia. Pemenuhan pangan dan energi yang telah terjamin diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan dan energi nasional.

LRPTN XII diharapkan dapat mencetuskan ide-ide solutif dan inovatif mengenai pemanfaatan sumber daya Indonesia secara optimal tanpa melupakan kearifan lokal sebagai upaya dalam meningkatkan ketahanan pangan dan energi nasional, serta menjadi penggerak bagi perindustrian di Indonesia. Pada akhirnya, LRPTN XII diharapkan dapat menjadi batu pijakan bagi perkembangan industri di Indonesia, untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri.

Pada LRPTN XII, kompetisi ini dibagi dalam tiga kategori sesuai tema yang diusung kali ini, yaitu kategori A, B, dan C sebagai berikut :

Kategori A: Pemanfaatan Sumber Daya Alam Indonesia Sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan Nasional.

Potensi kekayaan dan keanekaragaman sumber daya Indonesia sangatlah besar. Oleh karena itu Indonesia dikenal sebagai negara megabiodiversity. Dari luas daratan Indonesia yang berkisar 190 juta hektar, sekitar 64 - 69 juta yang sudah dimanfaatkan menjadi lahan pertanian dan perkebunan. Lahan sawah berjumlah 7,7 juta hektar, sisanya tegalan 10,6 juta hektar, perkebunan (rakyat dan swasta) 19,6 juta hektar, kayu-kayuan 9,4 juta hektar, dan 12,4 juta hektar masih berupa semak belukar atau alang-alang. Negara Indonesia mempunyai potensi yang besar dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan nasionalnya karena Indonesia merupakan negara agraris. Namun, kapasitas ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pengolahannya masih sangat rendah sehingga nilai tambah yang dihasilkannya masih relatif kecil. Pada kategori A, peserta diharapkan untuk merancang suatu pabrik kimia dengan memanfaatkan sumber daya alam yang berasal dari daerah di Indonesia yang nantinya akan digunakan untuk pemenuhan kebutuhan pangan di daerah sehingga akan mendukung ketahanan pangan nasional.

Kategori B: Pengembangan Energi Terbarukan Melalui Pemanfaatan Sumber Daya Alam Indonesia Sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Energi Nasional.

Indonesia akan mengalami krisis energi karena ketersediaan bahan bakar minyak bumi dan gas alam semakin hari semakin terbatas. Indonesia yang saat ini dikenal sebagai salah satu negara pengekspor minyak bumi juga diperkirakan akan menjadi net importer bahan bakar minyak sekitar 10 tahun yang akan datang. Padahal Indonesia mempunyai potensi dalam mengembangkan energi terbarukan ‎​yang berasal dari sumber daya Indonesia sendiri, misalnya pembangunan industri biodiesel dari minyak nabati. Namun, kapasitas ilmu pengetahuan dan teknologi pengolahannya masih sangat rendah sehingga nilai tambah yang dihasilkannya juga masih relatif kecil. Pada kategori B, peserta diharapkan untuk merancang suatu pabrik kimia dengan memanfaatkan sumber daya alam yang berasal dari daerah di Indonesia yang nantinya akan digunakan untuk pemenuhan kebutuhan energi terbarukan di daerah sehingga akan mendukung ketahanan energi nasional.

Kategori C : Problem Solving

Pada kategori C, peserta lomba diharapkan untuk memberikan ide-ide yang solutif dan inovatif terhadap suatu masalah nyata yang terjadi dalam industri kimia saat ini dengan menerapkan ilmu-ilmu yang telah didapatkannya di pembelajaran Teknik Kimia. Upaya penyelesaian masalah dapat berupa perbaikan peralatan proses, modifikasi proses yang telah ada, atau penambahan peralatan proses dalam suatu unit operasi.


Link terkait :

http://majarimagazine.com/2010/08/lrptn-xii-2011-mengusung-tema-%E2%80%9Cpemanfaatan-sumber-daya-alam-indonesia-sebagai-upaya-peningkatan-ketahanan-pangan-dan-energi-nasional%E2%80%9D/

http://majarimagazine.com/2010/08/lrptn-xii-profile/

http://sanguinispleghmatis.wordpress.com/2010/09/05/lrptn-xii-2011-profile/

http://satriyadiwibowo.wordpress.com/2010/09/06/lrptn-xii/

Senin, 02 Agustus 2010

Create Indonesia as an Eco Country in 2014

Create Indonesia as an Eco Country in 2014
By : Ivan Hadinata Rimbualam

Recently, environmental issues have become one of the hot topics discussed by the society in many countries. Universities as educational institutions have to play an important role as the center of excellence with three main roles: education, research and community development to conribute real solutions to these environmental problems. One of the best solutions is to realize the Eco Campus movement toward university which concerns about environmental issue. By definition of ITB Eco Campus student team, Eco Campus is a university that has a sustainable environmental management system to create ITB as an environmental friendly towards university which concerns about environmental issue. In 2014, ITB was expected to implement environmental friendly culture and become a role model department in ITB and inspire other universities in Indonesia in an green lifestyle.

Eco Chemical Engineering, as part of ITB Eco Campus movement, focussed on Chemical Engineering department, was formed on February 6th, 2010. Main objectives for Eco Chemical Engineering team is to start an environmental friendly culture among academicians of Chemical Engineering ITB, in order to be able to implement a sustainable environmental management system by minimizing the waste volume production regularly and improve waste management in Chemical Engineering department. Until now, Eco Chemical Engineering have minimized the waste production by providing facilities from 100 glasses to HIMATEK (Chemical Engineering Student Association) program, spreading the using of 40 antiplastic bags, providing 4 aseptic bins, and giving encouragement for the implementation of Green Event standards of procedure (SOP) in HIMATEK’s event

The main vision of Eco Chemical Engineering team at the end of 2010 is the availability of supporting facilities for separating waste and the socialization of mechanism for waste disposal distribution chain in Labtek X, Chemical Engineering, ITB. In addition, Eco Chemical Engineering has another purpose. It is to improve the environmental friendly culture socialization in Chemical Engineering, reduce daily paper waste production by 50% from academic reports with using paper on two sides concept, reducing 60% volume waste production from HIMATEK’s events, give education for separating of waste to the Chemical Engineering ITB new students, and develop environmental friendly building concepts ITB Eco Campus. The long-term vision for Eco Chemical Engineering is to make Chemical Engineering deparrment in ITB as an Eco department in ITB and encourage another departments and other universities to conduct similar efforts for realizing the big dream of creating Indonesia as an Eco Country in 2014

Key words : Eco Chemical Engineering, ITB Eco Campus, environmental friendly


Mewujudkan Indonesia sebagai Negara Berwawasan
Lingkungan pada 2014
Oleh : Ivan Hadinata Rimbualam

Beberapa tahun terakhir ini, isu lingkungan telah menjadi salah satu topik hangat yang diperbincangkan oleh masyarakat di banyak negara. Universitas sebagai institusi pendidikan tentunya memegang peranan yang penting sebagai center of excellence dengan tiga peran utamanya yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat untuk memberikan solusi nyata terhadap permasalahan lingkungan tersebut. Salah satunya adalah dengan mewujudkan gerakan Eco Campus menuju universitas yang berwawasan lingkungan. Sesuai definisi tim mahasiswa ITB Eco Campus, Eco Campus merupakan universitas yang memiliki sistem manajemen lingkungan yang berkelanjutan untuk mewujudkan ITB sebagai kampus yang berwawasan lingkungan. Pada tahun 2014, civitas akademik ITB diharapkan mampu menerapkan budaya peduli lingkungan dan menjadi teladan dan inspirasi bagi universitas lainnya di Indonesia dalam gaya hidup yang berwawasan lingkungan.

Eco Chemical Engineering sebagai bagian dalam gerakan ITB Eco Campus dalam lingkup Teknik Kimia ITB, lahir pada tanggal 6 Februari 2010. Tujuan utama Eco Chemical Engineering adalah memulai budaya peduli lingkungan bagi civitas akademika Teknik Kimia ITB agar mampu menerapkan pengelolaan program studi di ITB yang berwawasan lingkungan dengan meminimalkan volum sampah secara berkala dan meningkatkan pengelolaan sampah di Teknik Kimia ITB. Sampai saat ini, Eco Chemical Engineering meminimalkan produksi sampah dengan memberikan fasilitas 100 gelas kepada HIMATEK (Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia), menyebarkan penggunaan 40 tas antiplastik, menyediakan 4 tempat sampah aseptik, dan mendorong terlaksananya standar of procedure Green Event pada kegiatan HIMATEK.

Visi utama tim Eco Chemical Engineering pada akhir tahun 2010 yaitu tersedianya fasilitas pendukung pemilahan sampah dan sosialisasi jalur distribusi sampah di Labtek X, Teknik Kimia ITB. Selain itu, Eco Chemical Engineering punya tujuan lain yaitu semakin meningkatkan sosialisasi lingkungan di Teknik Kimia, mengurangi sampah laporan akademik sebesar 50% dengan konsep kertas bolak balik, mengurangi sampah pada kegiatan HIMATEK sebesar 60% volume dari jumlah sampah rata-rata sekarang, melakukan pendidikan pemilahan sampah kepada mahasiswa baru Teknik Kimia ITB, dan mengembangkan konsep gedung ramah lingkungan ITB Eco Campus. Visi jangka panjang Eco Chemical Engineering adalah menjadikan Teknik Kimia ITB sebagai program studi yang berwawasan lingkungan dan mendorong berbagai program studi lainnya dan universitas lainnya untuk melakukan upaya yang sama dalam mewujudkan mimpi besar yaitu Indonesia sebagai negara berwawasan lingkungan pada 2014.


Kata kunci : Eco Chemical Engineering, ITB Eco Campus, berwawasan lingkungan

You can read this article too in http://ivanhadinata.blogspot.com/