Mengenai Saya

Foto saya
I am still 22 years old. Graduated from Chemical Engineering ITB. Part of @yli_ac. Struggling to be a Supply Chain Specialist in a Multinational FMCG Company. Twitter: @Ivanhadinata; Linkedin: http://id.linkedin.com/pub/ivan-hadinata-rimbualam/37/b26/58a

Jumat, 20 November 2009

Majulah Zero Waste Event Volunteer!


Bisakah kita membayangkan jika di setiap kegiatan yang kita selenggarakan menghasilkan sampah dalam jumlah yang banyak?Apalagi jika kita menyelenggarakan kegiatan yang menghasilkan sampah-sampah stereofoam, plastik, dan sampah B3.
Gerakan mahasiswa untuk mengurangi jumlah produksi sampah (organik, anorganik dan kertas) di setiap kegiatan kemahasiswaan telah membuat saya tergugah. "
Mari kita buat setiap kegiatan yang kita laksanakan menuju Zero Waste Event", yang menghasilkan sampah dalam jumlah seminimal mungkin.
Semangat pejuang Zero Waste Event.

Sabtu, 22 Agustus 2009

Zero Waste Event Open House Unit ITB 2009


Saya turut bangga akan diselenggarakannya kegiatan "Zero Waste Event pada Open House Unit ITB 2009" tahun ini. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian para mahasiswa terhadap lingkungan sekitar kampus mereka. Tim Zero Waste Event merupakan kumpulan relawan mahasiswa yang meluangkan waktu mereka untuk peduli terhadap lingkungan kampusnya melalui program meminimalisir terbentuknya sampah dalam berbagai event di kampus mereka. Program ini merupakan kerjasama dari berbagai himpunan dan unit di kampus beserta lembaga-lembaga lain di kampus untuk mewujudkan Eco-Campus di suatu saat nanti.

Zero Waste Event mempunyai tujuan utama 3 R bagi sampah yang terbentuk dalam suatu event yaitu Reduce, Reuse dan Recycle. Sampah diupakan dibuang dalam keadaan terpisah sehingga akan lebih mudak diolah kemudian. Misalnya untuk sampah yang mudah membusuk bisa langsung diolah menjadi kompos dan digunakan bagi penyubur tanaman. Terbentuknya sampah sangat diupayakan untuk diminimalisir semaksimal mungkin sehingga suatu kegiatan besar tidak menghasilkan sampah yang terlalu banyak, apalagi sampah yang berbahaya seperti stereofoam. Sampah lebih baik diolah sendiri setelah dipilah-pilah sebelum dibuang ke tempat pembuangan sementara, Jadi lebih baik kita mengelola sendiri sampah yang kita hasilkan dibandingkan hanya memindahkan gundukan sampah ke lokasi lainnya tanpa diolah. Dalam kegiatan kali ini sampah dipilah-pilah menjadi sampah kertas, sampah mudah membusuk dan sampah tidak mudah membusuk. Bagi sampah yang sukar sekali untuk membusuk seperti stereofoam, plastik kresek hitam, sampah baterai akan dibuang ke tempat khusus yang dinamakan Zero Waste Indicator, yang merupakan indikator seberapa banyak sampah berbahaya yang berada di lingkungan event tersebut. Ada zona green, yellow dan red pada Zero Waste Indicator. Jika tumpukan sampah berbahaya dalam wadah ini semakin menuju ke zona Red, maka hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan ini semakin menghasilkan sampah yang semakin tidak Zero Waste.

Dalam kegiatan kali ini tim zero waste terbagi 3, ada Zero Waste Spot (di dekat lokasi tong pemilahan untuk membuang sampah), Zero Waste Center (Pusat informasi bagi kegiatan Zero Waste,berupa informasi mengenai cara-cara me-recycle sampah, daur ulang kertas, takakura / composting, dll) dan Zero Waste Indicator.

Rabu, 24 Juni 2009

Bagaimana Mengubah Kekalahan Menjadi Kemenangan?


Banyak sekali kejadian atau pengalaman bagi banyak orang dalam mengalami kejatuhan, kegagalan dalam melakukan sesuatu. Misal, gagal dalam meraih project, gagal dalam ujian, gagal meraih pekerjaan, dll. Lalu bagaimanakan kita belajar menjadi orang sukses? Orang sukses tahu cara mengubah cara pikir(mindset) dari sebuah kekalahan, kegagalan, kejatuhan menjadi sebuah awal kemenangan. Lalu bagaimana? Saya membaca sebuah buku menarik, judulnya "The Magic of Thinking Big" karya David J. Schwartz. Adalah mungkin untuk mencari persamaan/ mencocokan orang terbuang, menengah dan orang yang sukses dalam tiap hal. Misalnya usia, pekerjaan, background pendidikan, kepandaian, kekayaan, nationality,dll. Namun satu hal yang tidak dapat dicocokan yaitu respons mereka terhadap sebuah kegagalan. Apa itu?

Kebanyakan orang sekarang menjadi orang yang terpukul gagal, ia jatuh, ia gagal pula untuk bangkit. Ia hanya berbaring di tempatnya terjatuh saja. Akan tetapi Tuan sukses akan mempunyai repons yang berbeda. Ia segera bangkit dr kejatuhannya, belajar dari kesalahannya dan melupakan pukulan tersebut dan bergerak maju menatap masa depan yang cerah. Yang diperlukan dunia yaitu hanyalah orang tekun yang tidak pernah berpikir bahwa dirinya kalah.

Kekalahan hanyalah sebuah keadaan pikiran. Pikiran kita yang menentukan kekalahan atau awal kebangkitan. Berhentilah menyalahkan takdir, karena tidak akan membawa kita ke tempat yang kita tuju. Yakinlah bahwa kita bisa bangkit dr kekalahan kita. Pikiran adalah senjata kita untuk bangkit. Refleksikan diri kita sejenak ketika kita gagal, pikirkan poin-poin ini berulang-ulang dan cari penyelesaian masalah dr kegagalan kita, pelajari kegagalan kita dan lakukan lebih baik lagi di kemudian hari.

1. Katakan kepada diri Anda sendiri bahwa " Pasti ada jalan"
2. Ambil nafas dan mulailah sekali lagi


Pelajari segala kegagalan kita dengan cermat dan detail untuk menjadi jalan bagi kita untuk sukses. Lanjutkan kemenangan di kesempatan berikutnya. Jadikan anda kritikus tajam bagi diri Anda sendiri, selidiki kekurangan dan kesalahan anda agar terjadi perubahan yang luar biasa di dalam diri Anda. Gabungkan ketekunan Anda dengan ekesperimen dan ingatlah sisi baik tiap situasi sehingga Anda mampu selalu bangkita dari setiap kegagalan. Amin..

Senin, 06 April 2009

Si Sukses Senang Hal Simpel


Beberapa waktu yang lalu, kira-kira sekitar 1 bulan yang lalu gw menghadiri suatu seminar motivator yang dibawakan oleh motivator terkenal di Asia. Seminar tersebut didatangi oleh lebih dari 1000 peserta. Makna dari seminar itu sangatlah berbobot dan penting bagi perubahan kehidupan kita kalau ingin menjadi orang sukses. Ada 1 pernyataan yang masih mengiang-ngiang di telinga saya sampai saat ini. Motivator terkenal di Asia berkata " Apa beda orang sukses dan tidak ?" Jawabnya ," bedanya yaitu " Orang sukses membuat hal yang rumit menjadi SIMPEL sedangkan orang pintar dan gagal mengubah hal SIMPEL menjadi rumit ! " Pernyataan yang luar biasa tersebut telah menyadarkan saya berkali-kali lipat lebih sadar bahwa " Si Sukses Senang Hal SIMPEL". Oiya, sadar kan kita..

Sebuah ilustrasi dari motivator terkenal tersebut untuk mempertegas pernyataan tersebut. Sebuah cerita lampau dari Amerika & Rusia. Astronot Amerika ketika terbang ke luar angkasa (ke luar bumi) untuk melakukan survei, penelitian atau hal-hal scientist lainnya mengalami sebuah hambatan. Ketika astronot Amerika mau mencatat hasil penelitiaanya atau hasil yang ditemukannya di luar angkasa, astronot tersebut tak bisa karena Pen yang digunakan tintanya terbang-terbang. Tinta pen yang digunakan terbang-terbang karena di luar angkasa gravitasinya sangat kecil sekali. Lalu astronot tak bisa mencatat akibat kondisi seperti itu. Kemudian scientist-scientist di Amerika melakukan riset dan penelitiaan dengan budget yang luar biasa besarnya demi menemukan cara agar tinta pennya tidak terbang-terbang , dalam rangka menciptakan pen khusus gravitasi kecil. Waw uang yang dibuang kata motivator tersebut sangat banyak. Tapi astronot Rusia beda, dia ketika ke luar angkasa jika mau mencatat sesuatu tidak menggunakan pen karena tidak bisa. Sehingga dia menggunakan pencil. Pencil ternyata bisa digunakan di gravitasi rendah sekalipun.

Waw, lihatlah 2 kondisi ini. Terbukti kan bahwa " Orang sukses membuat hal yang rumit menjadi SIMPEL,sedangkan orang pintar dan gagal mengubah hal SIMPEL menjadi rumit ! ". Contoh lainnya : Dosen yang berhasil/ sukses mengajar adalah dosen yang mampu mengubah materi perkuliahan yang rumit dalam text book tebal menjadi konsep-konsep materi yang simpel sehingga materinya dapat diterima dengan mudah oleh mahasiswanya. Jadi kalau mau belajar menuju proses ke Si Sukses, mulailah belajar mengubah hal-hal yang rumit menjadi simpel !

Minggu, 15 Maret 2009

Pilihan Waktu Bagi Si Sukses


Kalau tadi pagi saya datang di sebuah seminar Motivasi di Sabuga. Ada satu kata yang teringat sampai sekarang bagi saya. Ketika ada yang bertanya " Apa beda orang sukses dan tidak?". Jawabnya orang sukses menggunakan waktunya untuk belajar, untuk investasi (investasi network, pengetahuan, modal, uang, skill, dll) , untuk menuju ke arah kesuksesan. Orang - orang sukses yang saya sebut " si sukses " punya 1 faktor besar dalam hidupnya yang menjadi secretnya. Apa secretnya? Manajemen waktu yang baik , pilihan waktu yang benar, memilih prioritas yang tepat demi terwujudnya impian dan mimpinya.

Ketika seseorang ingin menjadi pemenang di sebuah kejuaraan olahraga. Dan dia adalah tipe " si sukses" , dia akan membuka wawasan seluas samudera mengenai olahraga, mulai mencari dan menemukan peluang untuk belajar skill olahraganya, belajar dari orang-orang yang sudah sukses di olahraga, belajar dari pakar-pakar, rutin berlatih dan dia punya pilihan waktu yang tepat. Memilih selalu mencurahkan kegiatan-kegiatannya demi mencapai mimpinya menang di sebuah ajang bergengsi di suatu Olmpiade Olahraga.

Si sukses ini akan mempunyai visualisasi bahwa impiannya akan tercapai dan dia menyiapkan impiannya dari sekarang melalui pengaturan waktu dan waktu yang tepat , efisien dan menetapkan prioritasnya dengan tepat

Contoh : Jika bukan "si sukses" di bidang olahraga, ada teman mengajak utk berdugem ria, mengajak hura-hura dan jalan-jalan tiap weekend dia akan tergoda dan akhirnya ikut ajakan teman-teman di lingkungannya. Tetapi ketika si sukses yang menjawab , dia akan punya manajemen waktu dan proritas yang tepat, sehingga mampu " say NO" dan lakukan dengan antusias yang penuh di kegiatan-kegiatan yang menunjang impian besarnya di masa depan.

Waktu? Orang sering berkata 24 jam tak cukup, tapi kenapa dengan 24 jam ada yang bisa melakukan 10 pekerjaan tetapi ada juga yang bisa mengerjakan 50 pekerjaan. Itulah kekuatan manajemen waktu bagi si sukses. Sebuah rahasia sukses dari pengelola waktu dengan baik

Lakukanlah visualisasi orang sukses, lakukan gerakan orang sukses" Layaknya orang yang sudah sukses" dan selalulah lakukan yang kiat perbuat demi yang di Atas. Yaitu Tuhan. Lakukan apa yang baik dan memilih waktu yang berharga utk mengembangkan diri atas nama dan kehendak Tuhan. Amin

Senin, 16 Februari 2009

Time Management


--Kejarlah Waktu, Kau Bakal Terpepet--

Banyak orang mengeluh "Waktunya kurang nie, mepet abis", " Saya kurang waktu luang nie". Dunia ini makin bertambah sibuk dan penuh kegiatan yang beragam, lalu dimanakah kita sebagai manusia yang produktif menempatkan itu semuanya? Kita harus mulai menata diri kita untuk mengatur waktu kita secara utuh agar kita tidak dikejar waktu , tapi kita mengejar waktu....
Kalau boleh dibilang manajemen waktu dimulai saat kita menentukan tujuan/ misi hidup Anda. Kita memulai membayangkan misi hidup kita seperti bagaimana kita membayangkan saat detik-detik terakhir kita meninggalkan hidup di dunia ini. Mau diperlakukan seperti apa kita? Mau jadi orang apakah kita di detik-detik terakhir? Tujuan hidup kita akan membuat kita bisa mengatur prioritas hidup kita. Kita mau jadi orang seperti apa saat terakhir kita berada di dunia ini. bayangkan itu dan kau akan tahu apa misi hidupmu di dunia ini.
Lalu kitapun bergerak ke arah , hidup yang pas. Aturlah hidup kita agar seimbang 6 unsur yang paling fundamental " Spiritual, Kesehatan, Keluarga, Finansial, Sosial dan Pekerjaan ". Kita harus mampu menjaga keseimbangan unsur tersebut dalam hidup keseharian kita. Kemudian belajarlah membuat perencanaan " Jika kita telah melakukan perencanaan kegiatan yang matang dan terkonseptual maka kita sudah berhasil/sukses menjalani tugas kita sebesar 50% " Jadi hargailah dan mulailah merancang, merencanakan sesuatu. Melalui planner, agenda dan sebagainya.....

Sumber : Time Management " Mengelola Waktu dengan Bijak"

Rabu, 04 Februari 2009

Think The Opposite

Whatever You Think, Think The Opposite, (Karangan Paul Arden, penulis buku bestseller dunia) sebuah Buku yang baru gw baca hari ini. Buku ini memberikan sudut pandang yang berbeda 180 derajat terhadap pemikiran yang umum. Buku ini bercerita keyakinan diri seseorang untuk bertindak dna mengambil keputusan. Buku ini tentang cara berpikir yang berbeda sekali dengan buku-buku umumnya. Buku ini mengajak kita menaruh diri kita di arah paradigma yang berbeda. Kata-kata indah di dalam buku ini yaitu : " Jika Anda ingin tahun bagaimana kehidupan Anda nantinya, Anda hanya perlu tahu kemana Anda menuju." Saya diajak berpikir bolak balik, memikirkan dari paradigma yang berbeda, belajar keluar dari zona aman, belajar berkreatif dan menjadi berbeda dengan orang lain. Hidup ini bagaikan mengikuti arus air, kebanyakan orang hanyut di aliran air itu dan hanya mengikut orang lain. Hidup kebanyakan orang hanya berani di zona nyaman dan aman, mereka hanya mau mereka selamat dan benar, mereka mau semuanya berjalan dengan pasti , mereka mempunyai hidup yang tak berarah dan mengikuti jalan yang orang lain tempuh. KIta diajak berbeda, berani mengambil resiko , keluar dati zona nyaman & aman , belajar lebih memikirkan hal berbeda dan inspiratif. Menuju kesuksesan adalah punya banyak jalan , dan jalan itu tidak hanya melalui jalan-jalan lurus yang mudah dan aman ,tapi mungkin melalui jalan-jalan berduri dan berlubang. Tapi ketika kita mampu melewati jalan-jalan berlubang itu kita belajar banyak dan menjadi orang yang berprestasi serta sukses.
Whatever You Think, Think The Opposite